Inter Milan berhasil meraih Scudetto ke-20 musim lalu, unggul 19 poin dari AC Milan yang berada di posisi kedua.
Gelar ini menandai dominasi Inter di Serie A, menjadikan mereka tim kedua yang meraih dua bintang di atas logo klub.
Uniknya, hanya Sassuolo yang mampu mengalahkan mereka musim lalu. Tim yang akhirnya terdegradasi itu menang di dua pertemuan.
Namun, perjalanan Inter secara keseluruhan sangat luar biasa. Inzaghi membangun tim solid dengan kombinasi pengalaman dan kualitas.
Tim Juara dengan Usia Rata-Rata Tertua
Inter Milan musim lalu memiliki skuad dengan usia rata-rata 29,12 tahun, menjadikan mereka tim juara tertua dalam 30 tahun terakhir.
Rekor ini sebelumnya dipegang oleh AC Milan asuhan Massimiliano Allegri pada musim 2010/2011, dengan usia rata-rata sedikit lebih muda dari Inter saat ini.
Kemenangan Inter membuktikan bahwa pengalaman tetap menjadi faktor penting dalam sepak bola. Pemain senior memainkan peran besar dalam kesuksesan tim.
Pemain Berpengalaman Jadi Kunci
Francesco Acerbi, pemain tertua dalam skuad juara Inter dengan usia 36 tahun, tampil solid di lini pertahanan.
Pemain lain di atas 35 tahun, seperti Yann Sommer, Marko Arnautovic, Juan Cuadrado, Alexis Sanchez, dan Henrikh Mkhitaryan, juga berkontribusi besar.
Pengalaman mereka menjadi aset berharga bagi tim, dengan kombinasi pemain senior dan muda yang menjaga konsistensi Inter sepanjang musim.
Inter Milan Siap Pertahankan Gelar
Setelah meraih gelar musim lalu, Inter mempertahankan sebagian besar skuad, meskipun Cuadrado dan Sanchez pergi.
Musim ini, mereka kembali menunjukkan performa impresif. Saat jeda internasional Maret, Inter memimpin klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Napoli.
Jika tren positif ini berlanjut, Inter bisa mempertahankan gelar Serie A. Inzaghi berpeluang mencatat sejarah sebagai pelatih yang membawa Inter juara beruntun.
(sumber bola.net)